Mau Makan Di Mana Di Jepang?

Ada banyak sekali pilihan tempat makan di Jepang, mulai dari restoran atau kedai-kedai makan yang hanya menyediakan jenis hidangan tertentu saja seperti: kare-ya, yakiniku-ya, okonomiyaki-ya, sushi-ya, dsb, sampai pada restoran-restoran dan kedai-kedai makan yang menyediakan menu yang sangat bervariasi seperti family restaurant, shokudou, youshoku-ya, dsb.

Selain itu tentu saja juga terdapat banyak restoran dan tempat makan di mall, hotel, restoran Prancis, restoran Italia, dsb.

     

Sushi & Tempura

Bahkan jika kita tetap tidak bisa menemukan pilihan makanan yang diinginkan dari tempat-tempat makan tersebut karena alasan ketiadaan waktu ataupun alergi atau agama, kita masih bisa membeli bermacam lauk yang sudah matang di supermarket, o-bentou atau lunch box dan o-nigiri di kedai khusus, mini market, supermarket, dan banyak tempat lainnya.

Jadi jangan khawatir kelaparan di Jepang… 🙂

Berikut sekilas pengenalan beberapa dari begitu banyak tempat makan di Jepang tersebut.

Ryoutei (料亭)

Ryoutei

Adalah tempat makan dan minum mewah tradisional Jepang.

Tidak sembarang orang dapat masuk ke restoran ini. Yang jelas kita tidak bisa asal nyelonong masuk begitu saja. Orang yang tidak dikenal atau yang baru pertama kali datang ke restoran ini pasti akan ditolak. Hanya orang-orang tertentu yang biasanya adalah para politisi, pengusaha-pengusaha perusahaan besar, selebriti kelas atas yang datang dan jadi pelanggan dengan cara diperkenalkan sebelumnya oleh pelanggan lainnya.

Restoran ini biasanya dimanfaatkan sebagai tempat jamuan bisnis kelas atas, pertemuan-pertemuan rahasia elit politik dan sejenisnya. Setiap pelanggan yang akan berkunjung ke restoran ini harus melakukan reservasi sebelumnya karena diperlukan waktu untuk persiapan hidangan-hidangan tradisional Jepang yang walau bisa jadi hanya hidangan sederhana namun dibuat dari bahan-bahan segar kualitas terbaik dan ditata dengan sangat indah. Juga untuk persiapan ruangan-ruangan khusus yang akan memberikan privasi dan ditata dengan indah dan berseni.

Restoran ini kadang juga menyediakan hiburan kesenian berupa tarian-tarian tradisional Jepang, musik dsb dari geisha yang akan membengkakkan jumlah tagihan.

Pembayaran dapat dilakukan langsung dengan uang kontan, tapi dapat pula dilakukan melalui tranfer rekening pada hari berikutnya.

Belakangan ini sebagian ryoutei sudah sedikit lebih terbuka untuk publik demi menghindari kebangkrutan karena semakin berkurangnya pelanggan akibat krisis ekonomi.

Kaiten zushi (回転寿司)

Kaiten zushi

Adalah restoran cepat saji sushi dengan harga yang relatif murah. Di kedai kaiten zushi, piring-piring kecil berisi satu atau dua sushi diedarkan berkeliling konter dengan sistem konveyor atau ban berjalan.

Harga sushi bervariasi dibedakan dari jenis piringnya. Biasanya antara 100 Yen sampai 500 Yen per porsi. Ada pula restoran kaiten zushi yang menyeragamkan harga setiap piringnya 100 Yen saja. Harga yang akan dibayar pengunjung dihitung dari jumlah dan jenis piring dari hidangan yang dikonsumsi.

Okonomiyaki (お好み焼き)

      

Okonomiyaki1 & okonomiyaki2

Martabak atau pancake suka-sukanya Jepang. “Okonomi” berarti apa yang kamu suka atau inginkan, dan “yaki” berarti bakar.

Ada kedai okonomiyaki yang memasakkan pesanan di depan pengunjungnya, dan ada pula sebagian restoran okonomiyaki yang pengunjungnya akan diberi semangkuk adonan martabak okonomiyaki beserta isi okonomiyaki sesuai pesanan, lalu pengunjung akan memasak sendiri martabak okonomiyaki sesuai keinginannya pada meja berupa tungku yang ditutup lempengan besi panas yang disebut teppan. Isi okonomiyaki biasanya terdiri dari sayur-sayuran terutama irisan kol, daging-dagingan berupa daging babi dan seafood seperti gurita, cumi-cumi, udang, dsb.

Family restaurant

Family Restaurant

Restoran keluarga ini biasanya merupakan restoran dengan ruangan makan yang luas, bersih dan ceria. Yang menerima dengan gembira seluruh anggota keluarga dan tidak keberatan dengan kehadiran bayi-bayi rewel.

Sesuai dengan konsep restoran untuk keluarga ini, menu yang disediakan juga sangat bervariasi mulai dari hidangan ala barat, masakan China, masakan Jepang dengan harga yang relatif murah sehingga dapat dinikmati oleh tua muda. Bahkan tersedia juga menu khusus anak-anak untuk si kecil.

Izakaya (居酒屋)

   

Izakaya1 & izakaya2

Sebenarnya kedai ini lebih tepat digolongkan sebagai tempat minum bersama bar, pub, dsb. Izakaya adalah kedai minum tradisional Jepang dengan lampion merah besar di depan kedai sebagai ciri khasnya. Bedanya dengan kedai atau tempat-tempat minum lainnya adalah banyaknya variasi hidangan teman minum yang disediakan dibandingkan tempat minum lainnya.

Selain itu hidangan-hidangan yang disajikan tidak disantap secara individual seperti layaknya cara makan di Jepang umumnya, tetapi untuk dibagi dan disantap bersama.

Shokudou (食堂)

Shokudou

Yang diterjemahkan sebagai kantin. Dapat berupa kantin-kantin di sekolah atau perkantoran, termasuk juga kantin umum.

Kantin-kantin di sekolah dan perusahaan-perusahaan biasanya menyediakan berbagai hidangan dengan menu paket maupun menu pilihan dengan harga murah. Cukup membeli kartu makan dari mesin yang tersedia sesuai dengan harga makanan yang akan dibeli, lalu serahkan kartu tersebut ke petugas di konter untuk menerima nampan berisi makanan pesanan. Segalanya di sini bersifat self-service dan selesai makan nampan berisi makanan dan perangkat makan harus dibawa dan dikembalikan ke tempat yang telah disediakan.

Kantin-kantin umum sebenarnya adalah kedai atau warung-warung makan dengan menu paket dan berbagai jenis hidangan dengan harga yang relatif murah.

Menu bermacam makanan terpampang besar-besar di dinding lengkap dengan harganya.

Yakiniku-ya (焼肉屋)

Yakiniku

Di setiap meja di kedai satu ini tersedia alat untuk membakar daging. Setiap pengunjung akan dihidangkan piring-piring berisi daging mentah dari jenis pilihannya yang sudah dipotong-potong, dibersihkan dan ditata dengan indah. Pengunjung lalu membakar sendiri daging pesanannya sesuai dengan selera.

Unagi-ya (うなぎ屋)

Unagi

Restoran ini khusus menyediakan berbagai hidangan belut sebagai menu utamanya.

Yatai (屋台)

   

Yatai1 & yatai2

Adalah warung kaki limanya Jepang. Ada yatai yang menjual mie ramen, oden, dsb. Yatai yang menjual makanan hangat ini biasanya dibuka menjelang malam di trotoar dan ditutup menjelang pagi. Merupakan satu tempat pilihan untuk makan malam dan minum sake atau bir yang praktis bagi para pekerja dalam perjalanan pulang untuk melepas penat sejenak setelah jam kerja yang panjang.

Pada festival-festival perayaan, misalnya festival kembang api pada musim panas, atau berbagai festival atau perayaan daerah setempat di musim gugur, juga sering bermunculan banyak yatai berderet menjual berbagai benda mulai dari suvenir, mainan anak sampai aneka jajanan seperti takoyaki, okonomiyaki, yakisoba, dsb.

Kissaten (喫茶店)

   

Kissaten1 & kissaten2

Alias kafe atau kedai kopi. Menyediakan minuman berupa kopi, teh, dsb dengan hidangan ringan penyertanya berupa penganan seperti cake, es krim, dsb. Banyak kissaten juga menyediakan menu yang tidak terlalu berat seperti sandwich dan spaghetti, menu sarapan maupun menu paket atau set menu untuk makan siang.

Sekarang ini ada pula kafe-kafe dengan konsep yang berbeda dengan konsep kissaten biasa seperti internet cafe dan manga kissa atau kafe komik, yang lebih menjadi tempat tujuan untuk layanan internet dan koleksi komiknya daripada sekedar layanan kafe biasa.

Fast food

Fast food

Banyak sekali macam restoran cepat saji di Jepang. Mulai dari restoran cepat saji Jepang asli yang menyediakan makanan tradisional Jepang seperti gyuudon, mie soba, sushi, dsb, restoran cepat saji Jepang dengan makanan a la barat seperti Mos Burger sampai yang kelas internasional seperti Mc Donald’s dan Kentucky Fried Chicken.

Selain menu dengan cita rasa yang disesuaikan dengan selera lokal, ada satu perbedaan menyolok antara KFC di Indonesia dan di Jepang. Jika di Indonesia, selesai makan pengunjung akan pergi meninggalkan meja yang berantakan penuh sisa makanan, sebaliknya di Jepang selesai makan pengunjung akan membereskan sendiri sisa makanannya, membawanya ke konter atau meja yang tersedia melekat ke dinding, membuang sampahnya ke tong sampah dan meletakkan nampannya di tempat tersebut untuk kemudian dibereskan oleh pelayan restoran tersebut.

Beer garden

Beer Garden

Biasanya berlokasi di area terbuka lantai teratas gedung-gedung tinggi seperti department store, dsb pada musim panas. Menu utama berupa bir dilengkapi dengan hidangan-hidangan penyerta. Pada sebagian beer garden diperlakukan sistem all-you-can-drink dan all-you-can-eat alias pengunjung dapat makan dan minum sepuasnya dalam waktu yang sudah ditentukan.

Chuuka ryouriten (中華料理店)

Chuuka ryouri

Sepertinya namanya chuuka ryori atau masakan China, restoran ini adalah kedai yang menyediakan berbagai hidangan yang dianggap sebagai masakan yang berasal dari China namun sebenarnya telah disesuaikan dengan selera masyarakat Jepang atau bahkan sebenarnya diciptakan di Jepang sendiri seperti mie ramen, gyoza, chahan, dsb.

Tachigui soba (立ち食いそば) & udonten (うどん点)

Tachigui soba

Tidak ada kursi ataupun bangku untuk duduk di kedai makan satu ini. Hanya ada konter tempat pelayan kedai menyajikan hidangan dan semua orang makan di situ sambil berdiri.

Kedai makan ini dapat digolongkan sebagai fast food atau kedai cepat saji a la Jepang. Orang-orang yang makan di sini biasanya tidak punya banyak waktu karena terburu-buru hendak balik bekerja di waktu istirahat siang yang sempit atau sedang menunggu kedatangan kereta di stasiun.

Karenanya kedai-kedai makan seperti ini biasanya banyak ditemukan di sekitar bahkan di platform stasiun.

Hidangan yang disediakan adalah hidangan cepat saji seperti mie soba, mie udon, dsb.

So, tunggu apa lagi?

Jangan lupa mengucapkan itadakimasu sebelum menikmati sajian pilihan Anda.

Itadakimasu…!!!

 

Baca juga tentang o-nigiri

 

Iklan